BanyubiruNews. Memilih hidup dan tinggal dipedesaan adalah pilihan yang mulai banyak dihindari oleh generasi abad ini. Setelah keluar dari bangku sekolah umumnya mereka memilih pindah dan merantau diperkotaan yang dianggap lebih menjanjikan penghidupan masa depan. Iming-iming pekerjaan yang enak dengan gaji yang besar merupakan salah satu alasan mengapa generasi muda enggan tinggal di desa dan menjadi petani, pekerjaan yang identik dengan lumpur dan keringat.

Kondisi alam yang semakin rusak oleh ketidakramahan manusia juga menambah beban para petani yang notabene menjadi pekerjaan utama masyarakat yang tinggal desa dalam mengolah lahan pertaniannya. Masalah iklim yang sering tidak menentu, semakin menyempitnya lahan pertanian karena menjadi pemukiman, sampah non organik yang semakin membanjiri lahan pertanian mereka menjadi ancaman serius bagi penduduk yang tinggal dipedesaan yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada pertanian.

Berbeda halnya jika alam ini masih terawat dan terjaga, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk tidak ber-urbanisasi dan tetap tinggal didesa membangun desanya. Darsono adalah salah satunya, yang menjadi inspirasi bagi teman-temannya dalam menekuni pekerjaannya sebagai seorang petani. Di sela-sela aktifitas pekerjaanya sebagai perangkat desa, Darsono memanfaatkan sisa waktunya untuk mengolah sawahnya. Kerja keras dan usaha Darsono tidak sia-sia, dari beberapa petak sawahnya sudah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Karena musim kemarau beliau menanam palawija. Cabe , jagung, kol dan tanaman tumpangsari lainnya yang bisa menambah income sehingga tidak melelu mengandalkan gajinya sebagai perangkat desa.

Itulah gambaran singkat kondisi masyarakat yang tinggal dipedesaan sebagai petani yang apabila dikerjakan secara bersungguh-sungguh juga akan membuahkan hasil yang maksimal. “Jika kita telaten dan tekun, bertani juga bisa menjadi mata pencaharian yang menjajikan,” kata Darsono.  

Kita semua berharap semoga alam kita tetap terjaga sehingga para petani tetap sejahtera dan generasi muda tidak lagi terobsesi untuk pergi meninggalkan desanya. (G-15)